BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berbagai proses morfologi, baik afiksasi, reduplikasi,
komposisi, akronimisasi, maupun konversi, semuanya bertugas membentuk kata,
sebagai satuan dalam ujaran. Dalam kriteria klasifikasi kelas kata dikenal
adanya kelas verba, nomina, adjektiva, adverbia, numeralia, preposisi,
konjungsi, pronomina, artikula, dan interjeksi. Dari semua itu, dibagi lagi
klasifikasi kata menjadi kelas terbuka dan kelas tertutup. Masing-masing kelas
kata memiliki konsepnya masing-masing, diantaranya ada yang membawa konsep
budaya, hitungan, perangkai, pendamping, dsb. Maka dari itu, pembahasan yang
terlalu umum tidak akan bisa dibahas secara mendalam. Dengan begitu, kami
sebagai pemakalah, akan membahas secara khusus tentang kelas pronomina, yang
pembahasannya kemudian dikerucutkan lagi menjadi pronomina personal dan
demonstrativa saja agar bisa didapatkan pembahasan yang lebih mendalam.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan deskripsi latar belakang di atas, pemakalah merumuskan beberapa
masalah sebagai berikut:
- Apa itu pronomina personal?
- Apa itu pronomina demonstrativa?
- Bagaimana struktur dari pronomina personal dan demonstrativa?
- Apa saja fungsi yang dimiliki pronomina personal dan demonstrativa?
C. Tujuan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini mengacu pada rumusan masalah di atas,
yaitu sebagai berikut:
- Mahasiswa mengetahui pengertian dari pronomina personal;
- Mahasiswa mengetahui pengertian dari pronomina demonstrativa;
- Mahasiswa memahami struktur dari pronomina personal dan demonstrativa;
- Mahasiswa memahami fungsi yang dimiliki pronomina personal dan demonstrativa.
BAB II
PEMBAHASAN
Pronomina
Pronomina lazim disebut kata ganti karena
tugasnya memang menggantikan nomina yang ada. Pronomina dalam kajian morfologi,
pembahasannya dikategorikan menjadi anggota kelas kata (Aqsam al kalimah),
yang masuk dalam kategori nomina (ism) selain dari adjektiva (shifah),
numeralia (adad), adverbia (dzharaf), dan demonstrativa (isyarah).[1] Secara
umum, pronomina dibedakan menjadi empat macam, yaitu pronomina personal,
pronomina demonstrativa, pronomina interogativa, dan pronomina tak tentu.
Adapun pembahasan pada makalah ini hanya terfokus pada dua macam pronomina
saja, yaitu pronomina personal dan pronomina demonstrativa.
1. Pronomina Personal
Pronomina personal adalah kata ganti diri yang menggantikan nomina orang
atau yang diorangkan, baik berupa nama diri atau bukan nama diri.[2] Pronomina
terbagi dua, pronomina takrif (terbatas pada pronomina persona (orang)) dan
pronomina tak takrif, yaitu pronomina yang tidak menunjuk pada orang atau benda
tertentu, misalnya: sesuatu, seseorang, barangsiapa, siapa, apa-apa, anu, dan
masing-masing.[3]
Adapun dalam bahasa Arab, pronomina personal
lazim disebut الضّمير
(dhamir). Pada pronomina personal (dhamir) ini, dalam kaidah bahasa
Arab, perbedaan gender atau kelamin (maskulin atau feminin), bilangan
(tunggal, ganda, atau jamak), dan juga orang atau persona[4]
(pertama, kedua, atau ketiga) juga ditampilkan. Oleh karenanya, kategori
pronomina personal dalam bahasa Arab lebih banyak daripada kategori pronomina
personal yang ada dalam bahasa Inggris.[5]
Pronomina dalam bahasa Arab kemudian dibagi
menjadi dua, pertama, pronomina yang secara sintaksis dan
fonologis bisa berdiri sendiri, yang dalam tata bahasa Arab disebut الضميرالمنفصل (pronomina bebas), kedua,
الضميرالمتصل
yang lazim disebut pronomina terikat.[6]
a)
Pronomina bebas (dhamir munfashil)
Pada nomina, selalu ada perubahan vokal akhir
yang menunjukkan fungsinya dalam sebuah kalimat, baik nominatif, akusatif,
maupun genitif. Berdasarkan subkategorisasi itulah, pronomina bebas ini dibagi
menjadi dua kelompok, yaitu pronomina bebas nominatif dan pronomina bebas akusatif.
1) Pronomina bebas nominatif (dhamir munfashil marfu’)
|
|
Tunggal (mufrad)
|
Ganda (mutsanna)
|
Jamak (jama’)
|
|
Orang pertama
|
أناَ
(MF)
|
|
نَحْنُ
(MF)
|
|
Orang kedua
|
أنتَ
(M)
أنتِ
(F)
|
أنتما
(MF)
|
أنتُمْ
(M)
أنتنَّ
(F)
|
|
Orang ketiga
|
هُوَ
(M)
هِيَ
(F)
|
هما
(MF)
|
هُمْ
(M)
هنَّ
(F)
|
Pronomina bebas berkasus nominatif ini menduduki empat macam fungsi[7]
selain menduduki fungsi sebagai subjek atau pelaku verba. Adapun
empat fungsi itu sebagai berikut:
a. Mempertegas pelaku verba (subjek)
Adapun contohnya yaitu sebagai berikut:
فهم في ريبهم يتردّدون (9: 45)
b. Menjadi subjek pada kategori kalimat nomina (ismiyah), contoh:
وتزهق أنفسهم وهم كافرون (9: 55)
Kelak mereka akan mati dalam keadaan kafir
هؤلاء بناتي هنّ أطهر لكم (11: 78)
Inilah putri-putri (negeri) ku, mereka lebih suci bagimu
c. Menjadi predikat pada kategori kalimat nomina (ismiyah), contoh:
هذا هو Ini dia
d. Sebagai kopula (fasil), contoh:
المهم هو العودة
yang terpenting itu pengembaliannya
2) Pronomina bebas akusatif (dhamir munfashil manshub)
|
|
Tunggal (mufrad)
|
Ganda (mutsanna)
|
Jamak (jama’)
|
|
Orang pertama
|
إيّاي
(MF)
|
|
إيّانا
(MF)
|
|
Orang kedua
|
إيّاكَ
(M)
إيّاكِ (F)
|
إيّاكما (MF)
|
إيّاكم (M)
إيّاكنّ (F)
|
|
Orang ketiga
|
إيّاه(M)
إيّاها (F)
|
إيّاهما
(MF)
|
إيّاهُمْ (M)
إيّاهنَّ (F)
|
Dari beberapa struktur di atas, pronomina bebas berkasus akusatif ini
memiliki fungsi hanya sebagai objek verba, misal:
نحن نرزقكم و إيّاهم (6: 151)
Kami memberi rizki kepadamu dan kepada mereka (anak-anak kamu)
إيّاك نعبد وإيّاك نستعين (1: 4)
Kepadamu kami menyembah dan kepadamulah kami memohon pertolongan
b)
Pronomina terikat (dhamir muttashil)
Pronomina terikat (dhamir muttashil) merupakan
kata ganti yang penulisannya bersambung dengan kata lain atau tidak bisa
berdiri sendiri.[8] Pronomina ini juga memiliki fungsi seperti pada pronomina bebas di
atas. Namun, pada jenis pronomina ini, fungsi itu dibagi menjadi tiga kelompok,
yaitu nominatif, akusatif, dan juga genitif.[9] Pronomina
terikat (dhamir muttashil) terdapat pada verba perfektif (fiil
madhi), verba imperfektif (fiil mudhore’), verba imperatif (fiil
amr). dan ada juga pada kalimat kepemilikan (possessive pronoun).
Adapun fungsi pronomina terikat yaitu sebagai
berikut beserta contoh:
1) Pronomina terikat nominatif
Pada fungsi nominatif (marfu’), pronomina ini berfungsi sebagai
subjek pada bentuk verba perfektif, imperfektif, maupun imperatif, contoh:
شاهدت مناظر الجميلة في بوجور
Saya melihat pemandangan indah di Bogor
أحمد يطالع الدرس في حجرته
Ahmad sedang mengulang pelajaran di kamarnya
اضرب بعصاك الحجر!
Pukulkanlah (kamu (M)) tongkatmu ke batu itu!
2) Pronomina terikat akusatif
Pronomina ini berfungsi sebagai objek. Adapun contohnya yaitu sebagai
berikut:
إنتظرناه بعد ثلاثة أيّام
Kami menunggunya (M) selama tiga hari
3) Pronomina terikat genitif
Fungsi pronomina ini ada dua macam, bisa menjadi adjektif atau menunjukkan
kepemilikan (possessive pronouns) jika bersambung dengan nomina sehingga
menjadi konstruksi frasa (idhifah), contoh; كتابها (buku-nya (F)) dan
bisa juga menjadi objek jika digabungkan dengan preposisi (harf jar),
contoh; زينب ترغب فيه
(zainab menyukai-nya (M)).[10]
2. Pronomina Demonstrativa
Pronomina demonstrativa atau kata ganti penunjuk adalah
kata ini dan itu yang digunakan untuk menggantikan nomina (frase
nominal atau lainnya) sekaligus dengan penunjukan. Kata ganti penunjuk ini
digunakan untuk menunjuk sesuatu yang dekat dari pembicara, contoh; penderitaan
anak-anak ini harus kita hentikan; sedangkan kata ganti penunjuk itu digunakan
untuk menunjuk sesuatu yang jauh dari pembicara, contoh; buku itu belum
saya baca.[11]
Namun, dalam bahasa Melayu lama, ada kata ganti penunjuk untuk menunjukkan
benda yang berada pada tempat orang ketiga, yaitu kata ana. Kemudian kata
itu jarang digunakan hingga akhirnya hilang sama sekali dari perbendaharaan
bahasa Indonesia. Meskipun demikian, kita masih tetap menemukan residu dalam
pemakaian sehari-hari, seperti; sana, sini, situ.[12]
Dalam bahasa Arab, pronomina demonstrativa disebut
sebagai إسم الإشارة.
Perbedaan gender dan bilangan ditampilkan pada bentuk demonstrativa ini.
Adapun strukturnya yaitu sebagai berikut:
|
|
Maskulin (mudzakkar)
|
Feminin (muannats)
|
|
Tunggal (mufrad)
|
ذا/ هذا
|
تا / هذه
|
|
Dua (mutsanna)
Nominatif
|
ذان/ هذان
|
تان /
هاتان
|
|
Akusatif/genitif
|
ذين /
هذين
|
تين /
هاتين
|
|
Jamak (jama’)
|
أولاء /
هؤلاء
|
أولاء /
هؤلاء
|
Sedangkan struktur demonstrativa yang jauh dari pembicara
(itu) sebagai berikut:
|
|
Maskulin (mudzakkar)
|
Feminin (muannats)
|
|
Tunggal (mufrad)
|
ذاك/ ذلك
|
تا /
تلك
|
|
Jamak (jama’)
|
أولئك
|
أولئك
|
Ada pula pronomina demonstrativa dengan kata sana, sini,
dan situ. Kata sana menunjukkan tempat yang jaraknya jauh dari pembicara dan
yang diajak bicara. Kata sini menunjukkan tempat yang dekat dengan pembicara.
Sedangkan kata situ, menunjukkan tempat yang jaraknya tidak terlalu jauh dari
pembicara. Adapun dalam bahasa Arab, kata ganti tunjuk tempat juga memiliki
strukturnya yaitu;
هنا / ههنا
Kata ini digunakan untuk menunjukkan tempat
yang dekat dengan pembicara, contoh;
إنا هاهنا قاعدون
Kami di sini duduk
هناك هاهنك هنالك هنا هنا ثم
Adapun kata-kata di atas yaitu untuk
menunjukkan tempat yang jauh dari pembicara.
Adapun fungsi dari pronomina demonstrativa yaitu ada
delapan fungsi[13],
diantaranya yaitu:
a)
Pronomina demonstrativa yang berdiri sendiri
على رغم ذلك meskipun begitu
لكن هذا لا يكفي tapi ini tidak cukup
b)
Frasa demonstratif
هذا اللون
warna ini
هؤلاء الناس orang-orang ini
c)
Bentuk kedua pada Frasa (idhafah)/ demonstrative with
second term of Idhafah
قيمة هذه السيّارة harga mobil ini
d)
Bentuk pertama pada Frasa (idhafah) / demonstrative
with first term of Idhafah
وجهة النظرهذه sudut pandang ini
e)
Demonstratif pada bentuk kepemilikan
في كتابه هذا pada bukunya ini
f)
Demonstratif pada nama diri
كنت أشرت إلى زين هذا
saya serahkan kepada Zain ini
g)
Demonstratif klausa
هذا جوّالي ini handphone saya
h)
Demonstratif klausa dengan kopula
هذا هو الكتابini buku
تلك هي نقطة البداية
itulah titik awalnya
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pronomina lazim disebut kata ganti karena
tugasnya memang menggantikan nomina yang ada. Pronomina dalam kajian morfologi,
pembahasannya dikategorikan menjadi anggota kelas kata (Aqsam al kalimah),
yang masuk dalam kategori nomina (ism) selain dari adjektiva (shifah),
numeralia (adad), adverbia (dzharaf), dan demonstrativa (isyarah).[14]
Secara umum, pronomina dibedakan menjadi empat macam, yaitu pronomina personal,
pronomina demonstrativa, pronomina interogativa, dan pronomina tak tentu.
Adapun pembahasan pada makalah ini hanya terfokus pada dua macam pronomina
saja, yaitu pronomina personal dan pronomina demonstrativa.
Pronomina persona dari segi struktur dibagi
menjadi dua macam, yaitu pronomina bebas (dhamir munfashil) dan
pronomina terikat (dhamir muttashil). Sedangkan pronomina demonstrativa
hanya ada kata ini dan itu. Kata ini untuk menunjukkan
benda yang dekat dengan pembicara dan kata itu menunjukkan benda yang
jauh dari pembicara.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Ahdal, Muhammad bin Abd Al-Bari. Kawakib
al-Durriyyah. Surabaya: Dar Al-Ilm.
Al-Ghalayaini . M. (2009). Jami’u al-Durus
al-‘Arabiyah . Beirut: Daar al-Fikr.
Ameena, Amanah. Makalah “Pronoun (Isim Dhamir)
dalam Bahasa Arab”. Yogyakarta: Academia.
Chaer, Abdul. 2015. Morfologi Bahasa
Indonesia (Pendekatan Proses). Jakarta: Rineka Cipta.
Dariyadi, Moch Wahib. Artikel “Kata Ganti atau
Pronomina”, Tulisan Terkini.
Fahrurrozi, Aziz dan Muhajir. Gramatika
Bahasa Arab. Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah.
Hidayatullah, Moch. Syarif dan Abdullah. 2010.
Pengantar Linguistik Bahasa Arab (Klasik Modern). Jakarta: Lembaga
Penelitian UIN Syarif Hidayatullah.
Izzah, Nailatul, dkk. 2015. Makalah “Kelas
Kata, Ciri, dan Maknanya”. Jakarta: Prodi Tarjamah UIN Jakarta.
Ma’shum, M. (TT). Al-Amtsilatu At-Tashrif.
Surabaya: Maktabah Syaikh Salim.
Ryding, Karin C. 2005. A Reference Grammar
of Modern Standard Arabic. Inggris: Cambridge University Press.
[1] Moch. Syarif Hidayatullah dan Abdullah, Pengantar Linguistik Bahasa Arab
(Klasik Modern), (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah,
2010), 63.
[3] Nailatul Izzah, dkk., makalah “Kelas Kata, Ciri, dan Maknanya”, Prodi
Tarjamah UIN Jakarta, 2015, 22.
[4] Kata ganti diri biasanya dibedakan atas orang pertama, kedua, atau ketiga,
yang masing-masing memiliki ketentuan lawan bicara. Pada orang pertama tunggal
biasa digunakan kata aku atau saya. Aku hanya bisa dipakai ketika berbicara
kepada sejawat atau yang lebih rendah. Pronomina persona aku memiliki
bentuk klitika, baik proklitika ataupun enklitika. Sedang saya, bisa digunakan
oleh atau kepada siapa saja. Persona kami pada orang pertama jamak
menyatakan rasa hormat (pluralis majestatis) dan kata kita menyatakan
jamak yang termasuk lawan bicara. Kata ganti diri orang kedua tunggal kamu dan
engkau digunakan terhadap orang yang lebih muda. Kata ganti orang
ketiga tunggal ia, digunakan sebagai objek dengan syarat hanya mengikuti
bunyi – kan, contoh; merindukan dia. Sedang kata ganti diri nya berada
dalam posisi objek dan berlaku sebagai enklitika; contoh; siapa namanya?.
Kata ganti orang ketiga jamak mereka bisa digunakan kepada siapa saja,
baik dengan atau tidaknya rasa hormat. Adapun untuk orang ketiga tunggal, lazim
juga digunakan kata beliau untuk orang yang dihormati atau kata almarhum
untuk orang yang sudah meninggal. Abdul, Op. Cit, 87-88.
[5] Karin C. Ryding, A Reference Grammar of Modern Standard Arabic, (Inggris:
Cambridge University Press, 2005), 298.
[14] Moch. Syarif Hidayatullah dan Abdullah, Pengantar Linguistik Bahasa Arab
(Klasik Modern), (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah,
2010), 63.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar