Selasa, 29 November 2016

STRUKTUR DAN FUNGSI PRONOMINA PERSONAL DAN DEMONSTRATIVA



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Berbagai proses morfologi, baik afiksasi, reduplikasi, komposisi, akronimisasi, maupun konversi, semuanya bertugas membentuk kata, sebagai satuan dalam ujaran. Dalam kriteria klasifikasi kelas kata dikenal adanya kelas verba, nomina, adjektiva, adverbia, numeralia, preposisi, konjungsi, pronomina, artikula, dan interjeksi. Dari semua itu, dibagi lagi klasifikasi kata menjadi kelas terbuka dan kelas tertutup. Masing-masing kelas kata memiliki konsepnya masing-masing, diantaranya ada yang membawa konsep budaya, hitungan, perangkai, pendamping, dsb. Maka dari itu, pembahasan yang terlalu umum tidak akan bisa dibahas secara mendalam. Dengan begitu, kami sebagai pemakalah, akan membahas secara khusus tentang kelas pronomina, yang pembahasannya kemudian dikerucutkan lagi menjadi pronomina personal dan demonstrativa saja agar bisa didapatkan pembahasan yang lebih mendalam.

B.    Perumusan Masalah
Berdasarkan deskripsi latar belakang di atas, pemakalah merumuskan beberapa masalah sebagai berikut:

  1. Apa itu pronomina personal?
  2. Apa itu pronomina demonstrativa?
  3. Bagaimana struktur dari pronomina personal dan demonstrativa?
  4. Apa saja fungsi yang dimiliki pronomina personal dan demonstrativa?

C.    Tujuan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini mengacu pada rumusan masalah di atas, yaitu sebagai berikut: 

  1. Mahasiswa mengetahui pengertian dari pronomina personal;
  2. Mahasiswa mengetahui pengertian dari pronomina demonstrativa;
  3. Mahasiswa memahami struktur dari pronomina personal dan demonstrativa;
  4. Mahasiswa memahami fungsi yang dimiliki pronomina personal dan demonstrativa.



BAB II
PEMBAHASAN

Pronomina
Pronomina lazim disebut kata ganti karena tugasnya memang menggantikan nomina yang ada. Pronomina dalam kajian morfologi, pembahasannya dikategorikan menjadi anggota kelas kata (Aqsam al kalimah), yang masuk dalam kategori nomina (ism) selain dari adjektiva (shifah), numeralia (adad), adverbia (dzharaf), dan demonstrativa (isyarah).[1] Secara umum, pronomina dibedakan menjadi empat macam, yaitu pronomina personal, pronomina demonstrativa, pronomina interogativa, dan pronomina tak tentu. Adapun pembahasan pada makalah ini hanya terfokus pada dua macam pronomina saja, yaitu pronomina personal dan pronomina demonstrativa.
1.      Pronomina Personal
Pronomina personal adalah kata ganti diri yang menggantikan nomina orang atau yang diorangkan, baik berupa nama diri atau bukan nama diri.[2] Pronomina terbagi dua, pronomina takrif (terbatas pada pronomina persona (orang)) dan pronomina tak takrif, yaitu pronomina yang tidak menunjuk pada orang atau benda tertentu, misalnya: sesuatu, seseorang, barangsiapa, siapa, apa-apa, anu, dan masing-masing.[3]
Adapun dalam bahasa Arab, pronomina personal lazim disebut الضّمير (dhamir). Pada pronomina personal (dhamir) ini, dalam kaidah bahasa Arab, perbedaan gender atau kelamin (maskulin atau feminin), bilangan (tunggal, ganda, atau jamak), dan juga orang atau persona[4] (pertama, kedua, atau ketiga) juga ditampilkan. Oleh karenanya, kategori pronomina personal dalam bahasa Arab lebih banyak daripada kategori pronomina personal yang ada dalam bahasa Inggris.[5]
Pronomina dalam bahasa Arab kemudian dibagi menjadi dua, pertama, pronomina yang secara sintaksis dan fonologis bisa berdiri sendiri, yang dalam tata bahasa Arab disebut الضميرالمنفصل (pronomina bebas), kedua, الضميرالمتصل yang lazim disebut pronomina terikat.[6]
a)      Pronomina bebas (dhamir munfashil)

Pada nomina, selalu ada perubahan vokal akhir yang menunjukkan fungsinya dalam sebuah kalimat, baik nominatif, akusatif, maupun genitif. Berdasarkan subkategorisasi itulah, pronomina bebas ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu pronomina bebas nominatif dan pronomina bebas akusatif.

1)      Pronomina bebas nominatif (dhamir munfashil marfu’)


Tunggal (mufrad)
Ganda (mutsanna)
Jamak (jama’)
Orang pertama
أناَ (MF)

نَحْنُ (MF)
Orang kedua 
أنتَ (M)
أنتِ (F)
أنتما (MF)
أنتُمْ (M)
أنتنَّ (F)
Orang ketiga
هُوَ (M)
هِيَ (F)
هما (MF)
هُمْ (M)
هنَّ (F)

Pronomina bebas berkasus nominatif ini menduduki empat macam fungsi[7] selain menduduki fungsi sebagai subjek atau pelaku verba. Adapun empat fungsi itu  sebagai berikut:

a.       Mempertegas pelaku verba (subjek)
Adapun contohnya yaitu sebagai berikut:

فهم في ريبهم يتردّدون  (9: 45)
b.      Menjadi subjek pada kategori kalimat nomina (ismiyah), contoh:

وتزهق أنفسهم وهم كافرون (9: 55)
Kelak mereka akan mati dalam keadaan kafir

هؤلاء بناتي هنّ أطهر لكم (11: 78)
 Inilah putri-putri (negeri) ku, mereka lebih suci bagimu

c.       Menjadi predikat pada kategori kalimat nomina (ismiyah), contoh:
هذا هو   Ini dia      
d.      Sebagai kopula (fasil), contoh:

المهم هو العودة  yang terpenting itu pengembaliannya       

2)      Pronomina bebas akusatif (dhamir munfashil manshub)


Tunggal (mufrad)
Ganda (mutsanna)
Jamak (jama’)
Orang pertama
إيّاي (MF)

إيّانا (MF)
Orang kedua 
إيّاكَ (M)
إيّاكِ (F)
إيّاكما (MF)
إيّاكم (M)
إيّاكنّ (F)
Orang ketiga
 إيّاه(M)
إيّاها (F)
إيّاهما (MF)
إيّاهُمْ (M)
إيّاهنَّ (F)

Dari beberapa struktur di atas, pronomina bebas berkasus akusatif ini memiliki fungsi hanya sebagai objek verba, misal:

نحن نرزقكم و إيّاهم (6: 151)
Kami memberi rizki kepadamu dan kepada mereka (anak-anak kamu)
إيّاك نعبد وإيّاك نستعين (1: 4)
Kepadamu kami menyembah dan kepadamulah kami memohon pertolongan

b)      Pronomina terikat (dhamir muttashil)
Pronomina terikat (dhamir muttashil) merupakan kata ganti yang penulisannya bersambung dengan kata lain atau tidak bisa berdiri sendiri.[8] Pronomina ini juga memiliki fungsi seperti pada pronomina bebas di atas. Namun, pada jenis pronomina ini, fungsi itu dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu nominatif, akusatif, dan juga genitif.[9] Pronomina terikat (dhamir muttashil) terdapat pada verba perfektif (fiil madhi), verba imperfektif (fiil mudhore’), verba imperatif (fiil amr). dan ada juga pada kalimat kepemilikan (possessive pronoun).

Adapun fungsi pronomina terikat yaitu sebagai berikut beserta contoh:
1)      Pronomina terikat nominatif
Pada fungsi nominatif (marfu’), pronomina ini berfungsi sebagai subjek pada bentuk verba perfektif, imperfektif, maupun imperatif, contoh:

شاهدت مناظر الجميلة في بوجور
Saya melihat pemandangan indah di Bogor
أحمد يطالع الدرس في حجرته
Ahmad sedang mengulang pelajaran di kamarnya
اضرب بعصاك الحجر!
Pukulkanlah (kamu (M)) tongkatmu ke batu itu!
2)      Pronomina terikat akusatif
Pronomina ini berfungsi sebagai objek. Adapun contohnya yaitu sebagai berikut:

إنتظرناه بعد ثلاثة أيّام
Kami menunggunya (M) selama tiga hari
3)      Pronomina terikat genitif
Fungsi pronomina ini ada dua macam, bisa menjadi adjektif atau menunjukkan kepemilikan (possessive pronouns) jika bersambung dengan nomina sehingga menjadi konstruksi frasa (idhifah), contoh; كتابها (buku-nya (F)) dan bisa juga menjadi objek jika digabungkan dengan preposisi (harf jar), contoh; زينب ترغب فيه (zainab menyukai-nya (M)).[10]
2.      Pronomina Demonstrativa

Pronomina demonstrativa atau kata ganti penunjuk adalah kata ini dan itu yang digunakan untuk menggantikan nomina (frase nominal atau lainnya) sekaligus dengan penunjukan. Kata ganti penunjuk ini digunakan untuk menunjuk sesuatu yang dekat dari pembicara, contoh; penderitaan anak-anak ini harus kita hentikan; sedangkan kata ganti penunjuk itu digunakan untuk menunjuk sesuatu yang jauh dari pembicara, contoh; buku itu belum saya baca.[11] Namun, dalam bahasa Melayu lama, ada kata ganti penunjuk untuk menunjukkan benda yang berada pada tempat orang ketiga, yaitu kata ana. Kemudian kata itu jarang digunakan hingga akhirnya hilang sama sekali dari perbendaharaan bahasa Indonesia. Meskipun demikian, kita masih tetap menemukan residu dalam pemakaian sehari-hari, seperti; sana, sini, situ.[12]
Dalam bahasa Arab, pronomina demonstrativa disebut sebagai إسم الإشارة. Perbedaan gender dan bilangan ditampilkan pada bentuk demonstrativa ini. Adapun strukturnya yaitu sebagai berikut:

Maskulin (mudzakkar)
Feminin (muannats)
Tunggal (mufrad)
   ذا/  هذا
تا  / هذه
Dua (mutsanna)
Nominatif
ذان/  هذان
تان /  هاتان
Akusatif/genitif
ذين /  هذين
تين /  هاتين
Jamak (jama’)
أولاء /  هؤلاء
أولاء /  هؤلاء

Sedangkan struktur demonstrativa yang jauh dari pembicara (itu) sebagai berikut:

Maskulin (mudzakkar)
Feminin (muannats)
Tunggal (mufrad)
   ذاك/  ذلك
تا /  تلك   
Jamak (jama’)
أولئك
أولئك

Ada pula pronomina demonstrativa dengan kata sana, sini, dan situ. Kata sana menunjukkan tempat yang jaraknya jauh dari pembicara dan yang diajak bicara. Kata sini menunjukkan tempat yang dekat dengan pembicara. Sedangkan kata situ, menunjukkan tempat yang jaraknya tidak terlalu jauh dari pembicara. Adapun dalam bahasa Arab, kata ganti tunjuk tempat juga memiliki strukturnya yaitu;
هنا  / ههنا
Kata ini digunakan untuk menunjukkan tempat yang dekat dengan pembicara, contoh;

إنا هاهنا قاعدون
Kami di sini duduk
هناك هاهنك هنالك هنا هنا ثم
Adapun kata-kata di atas yaitu untuk menunjukkan tempat yang jauh dari pembicara.



Adapun fungsi dari pronomina demonstrativa yaitu ada delapan fungsi[13], diantaranya yaitu:
a)      Pronomina demonstrativa yang berdiri sendiri

على رغم ذلك meskipun begitu       

لكن هذا لا يكفي tapi ini tidak cukup  
b)      Frasa demonstratif
هذا اللون warna ini     

هؤلاء الناس orang-orang ini   

c)      Bentuk kedua pada Frasa (idhafah)/  demonstrative with second term of Idhafah

قيمة هذه السيّارة harga mobil ini  
d)     Bentuk pertama pada Frasa (idhafah) / demonstrative with first term of Idhafah

وجهة النظرهذه  sudut pandang ini 
e)      Demonstratif pada bentuk kepemilikan

في كتابه هذا pada bukunya ini  
f)       Demonstratif pada nama diri

كنت أشرت إلى زين هذا  saya serahkan kepada Zain ini

 
g)      Demonstratif klausa

هذا جوّالي ini handphone saya   
h)      Demonstratif klausa dengan kopula

هذا هو الكتابini buku       

تلك هي  نقطة البداية   itulah titik awalnya    








BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Pronomina lazim disebut kata ganti karena tugasnya memang menggantikan nomina yang ada. Pronomina dalam kajian morfologi, pembahasannya dikategorikan menjadi anggota kelas kata (Aqsam al kalimah), yang masuk dalam kategori nomina (ism) selain dari adjektiva (shifah), numeralia (adad), adverbia (dzharaf), dan demonstrativa (isyarah).[14] Secara umum, pronomina dibedakan menjadi empat macam, yaitu pronomina personal, pronomina demonstrativa, pronomina interogativa, dan pronomina tak tentu. Adapun pembahasan pada makalah ini hanya terfokus pada dua macam pronomina saja, yaitu pronomina personal dan pronomina demonstrativa.
Pronomina persona dari segi struktur dibagi menjadi dua macam, yaitu pronomina bebas (dhamir munfashil) dan pronomina terikat (dhamir muttashil). Sedangkan pronomina demonstrativa hanya ada kata ini dan itu. Kata ini untuk menunjukkan benda yang dekat dengan pembicara dan kata itu menunjukkan benda yang jauh dari pembicara.







DAFTAR PUSTAKA

Al-Ahdal, Muhammad bin Abd Al-Bari. Kawakib al-Durriyyah. Surabaya: Dar Al-Ilm.
Al-Ghalayaini . M. (2009). Jami’u al-Durus al-‘Arabiyah . Beirut: Daar al-Fikr.
Ameena, Amanah. Makalah “Pronoun (Isim Dhamir) dalam Bahasa Arab”. Yogyakarta: Academia.
Chaer, Abdul. 2015. Morfologi Bahasa Indonesia (Pendekatan Proses). Jakarta: Rineka Cipta.
Dariyadi, Moch Wahib. Artikel “Kata Ganti atau Pronomina”, Tulisan Terkini.
Fahrurrozi, Aziz dan Muhajir. Gramatika Bahasa Arab. Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah.
Hidayatullah, Moch. Syarif dan Abdullah. 2010. Pengantar Linguistik Bahasa Arab (Klasik Modern). Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah.
Izzah, Nailatul, dkk. 2015. Makalah “Kelas Kata, Ciri, dan Maknanya”. Jakarta: Prodi Tarjamah UIN Jakarta.
Ma’shum, M. (TT). Al-Amtsilatu At-Tashrif. Surabaya: Maktabah Syaikh Salim.
Ryding, Karin C. 2005. A Reference Grammar of Modern Standard Arabic. Inggris: Cambridge University Press.


[1] Moch. Syarif Hidayatullah dan Abdullah, Pengantar Linguistik Bahasa Arab (Klasik Modern), (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah, 2010), 63.
[2] Abdul Chaer, Morfologi Bahasa Indonesia (Pendekatan Proses),  (Jakarta: Rineka Cipta, 2015), 87.
[3] Nailatul Izzah, dkk., makalah “Kelas Kata, Ciri, dan Maknanya”, Prodi Tarjamah UIN Jakarta, 2015, 22.
[4] Kata ganti diri biasanya dibedakan atas orang pertama, kedua, atau ketiga, yang masing-masing memiliki ketentuan lawan bicara. Pada orang pertama tunggal biasa digunakan kata aku atau saya. Aku hanya bisa dipakai ketika berbicara kepada sejawat atau yang lebih rendah. Pronomina persona aku memiliki bentuk klitika, baik proklitika ataupun enklitika. Sedang saya, bisa digunakan oleh atau kepada siapa saja. Persona kami pada orang pertama jamak menyatakan rasa hormat (pluralis majestatis) dan kata kita menyatakan jamak yang termasuk lawan bicara. Kata ganti diri orang kedua tunggal kamu dan engkau digunakan terhadap orang yang lebih muda. Kata ganti orang ketiga tunggal ia, digunakan sebagai objek dengan syarat hanya mengikuti bunyi – kan, contoh; merindukan dia. Sedang kata ganti diri nya berada dalam posisi objek dan berlaku sebagai enklitika; contoh; siapa namanya?. Kata ganti orang ketiga jamak mereka bisa digunakan kepada siapa saja, baik dengan atau tidaknya rasa hormat. Adapun untuk orang ketiga tunggal, lazim juga digunakan kata beliau untuk orang yang dihormati atau kata almarhum untuk orang yang sudah meninggal. Abdul, Op. Cit, 87-88.
[5] Karin C. Ryding, A Reference Grammar of Modern Standard Arabic, (Inggris: Cambridge University Press, 2005), 298.
6 Aziz Fahrurrozi dan Muhajir, Gramatika Bahasa Arab, (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah), 155.
[7] Karin, Op. Cit, 299 – 300.
[8] Amanah Ameena, Makalah “Pronoun (Isim Dhamir) dalam Bahasa Arab”, FIB UGM, 5.
[9] Muhammad bin Abd Al-Bari Al-Ahdal, Kawakib al-Durriyyah, (Surabaya, Dar Al-Ilm), 48.
[10] Amanah, Loc. Cit, 8-9.
[11] Abdul Chaer, 90.
[12] Moch Wahib Dariyadi, Artikel “Kata Ganti atau Pronomina”, Tulisan Terkini.
[13] Karin, 316-319.
[14] Moch. Syarif Hidayatullah dan Abdullah, Pengantar Linguistik Bahasa Arab (Klasik Modern), (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah, 2010), 63.